PAHLAWAN DI SEKOLAH

LEONIE A.W. / XI IPS 2

Pernakah kalian mendengar istilah ' pahlawan di sekolah '? Pasti yang terlintas pertama kali dalam pikiran kita adalah orang yang berjasa di sekolah. Istilah inilah yang dipakai guru - guru di suatu sekolah, yang disamarkan namanya, sebagai bentuk apresiasi terhadap para muridnya. Faktanya, pahlawan di sekolah sesungguhnya adalah guru. Maka dari itu, guru merupakan contoh bagi para muridnya. Di sekolah inilah, para murid berlomba - lomba untuk menjadi yang terbaik. Salah satunya, yaitu seorang murid bernama Andi.

Andi adalah seorang murid yang berprestasi di sekolahnya. Sudah banyak penghargaan yang diterimanya dalam bidang akademiknya. Andi juga seorang murid yang selalu mendapat peringkat satu di sekolahnya. Namun, itu semua tidak disertai oleh sikapnya. Ya, Andi adalah murid yang nakal. Ia sering sekali melanggar peraturan di sekolah. Seperti saat ini, ia sedng berhadapan dengan guru BK dan juga kesiswaan.

" Yah, Pak, masa saya kena lagi poin. Bel pulang cuma tinggal 5 menit, Pak. Cuma keluar 5 menit lebih awal doang kok, Pak, " ujar Andi melakukan negoisasi akibat tertangkap di depan sekolah.

" Kamu tahu 'kan jam pulang di peraturan sekolah itu jam 3, lantas kenapa kamu melanggar? Peraturan dibuat untuk ditaati, Andi, " balas Pak Saiman, guru kesiswaan, tak kalah keras.

" Tapi, pak... "

" Tidak ada negosiasi lagi. Sekarang kamu keluar dan jangan mengulangi atau sanksi akan lebih keras dari ini, " potong Pak Saiman.

Andi pun berjalan keluar dengan perasaan kesal. Ia berpikir bahwa tidak ada guru yang menghargai apa yang telah dia lakukan selama ini. Tak lama, lewatlah seorang anak yang selalu saja dibandingkan dengannya, yaitu Bimo. Beda dengan Andi, Bimo adalah anak yang biasa - biasa saja dalam bidang akademik dan non akademik. Namun, banyak guru yang mengenalnya karena sikapnya yang baik dan selalu patuh terhadap peraturan sekolah. Bagi Andi, Bimo adalah anak yang hanya mencari perhatian di hadapan guru. Maka dari itu, Andi tidak suka dengan Bimo.

" Bimo, sini! " panggil Andi kasar. Bimo segera menghampirinya

" Ada apa? " tanya Bimo.

" Gue dapet tugas buat ngajarin lo matematika selama sebulan," ujar Andi ketus.

"Oh, Pak Saiman sudah bilang ke aku kok. Terima kasih, Andi. " ucap Bimo tulus.

" Eh, gue ngajarin karena disuruh, bukan karena gue mau. Jadi, nggak usah kepedean, " kata Andi sambil meninggalkan.

Andi pun akhirnya membuat janji dengan Bimo. Mereka akan selalu bertemu setiap Senin dan Kamis di perpustakaan sekolah. Setiap pertemuan itu juga, Andi selalu marah pada Bimo. Pasalnya, Bimo merupakan murid yang lamban dalam mengerti. Hingga akhirnya, Andi pun selalu pasrah dalam mengajar Bimo. Ia hanya mengajarinya sebentar, kemudian sisa waktunya ia isi dengan bermain game online. Sedangkan, Bimo berujung belajar sendiri.

Suatu hari, Andi mendapat perintah dari Pak Saiman. " Saya ingin lihat perkembangan Bimo dari ujian matematikanya pada hari ini, " ujar Pak Saiman, " Jika Bimo bisa lolos, maka kamu saya anggap berhasil dan bisa dibebaskan dari hukuman lebih cepat. " lanjut Pak Bimo yang membuat Andi mau tak mau tertarik dengan tawarn itu. Andi pun segera kembali ke kelas dan menemui Bimo.

" Bimo, hari ini duduk sebelah gue. Cepet pindah! " perintah Andi terburu buru yang membuat Bimo bertanya ada apa.

" Udah duduk aja, " perintah Andi lagi.

Guru matematika di kelasnya pun masuk. Beliau mulai mengeluarkan kertas soal ulangan.

" Pasang kuping baik baik ya! " perintah Andi yang membuat Bimo bingung.

Ulangan berlangsung dengan sunyi. Bimo cukup kesulitan di beberapa soal. Tak lama, ada kertas kecil di mejanya yang berasal dari Andi. Bimo yang tahu itu adalah sebuah contekan tidak membukanya.

" Cepet buka, Bimo! Tinggal salin, " bisik Andi pelan.

Bimo pun menggeleng, " aku nggak mau nyontek. "

Andi pun tetep memaksa, hingga pada saat itu guru yang mengawas melihatnya.

" ANDI, SEDANG APA KAMU? " teriak guru tersebut sambil menghampiri Andi.

Akhirnya, tertangkaplah bahwa Andi memberikan contekan pada Bimo. Dibawalah mereka ke hadapan guru BK dan kesiswaan.

" Andi, saya kan sudah bilang padamu untuk mengajari Bimo, bukan memberikan contekan. Lagi - lagi kamu membuat masalah Andi. Kamu tahu, sikap kamu ini yang disebut pahlawan kesiangan. Untungnya, Bimo tidak mau menerima contekan dari kamu, " ujar Pak Saiman, " Jika kamu ingin disebut ' pahlawan di sekolah ', bukan seperti ini caranya. Taatilah peraturan yang ada dan bersikap baik. Bimo bisa kamu jadikan contoh. " lanjut Pak Saiman yang membuat Andi terdiam.

" Sekarang, kamu bukannya mengurangi tapi menambah masalah. Nanti kita bicarakan lagi, yang pasti nilai ulanganmu nol, " ujar guru BK. Andi pun hanya tertunduk lesu dan menyesal.

Dari sini ia belajar, bhwa pahlawan di sekolah bukan hanya menunjukan bakat secara akademik saja, tapi dari sikap dan perilaku yang baik yang dapat dicontoh banyak orang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CEPEN ANAK

vlog museum di kota tua